Penyebab Infertilitas Pada Kaum Pria

Pada pembahasan kali ini, saya akan menuliskan Penyebab Infertilitas Pada Kaum Pria yang sangat umum terjadi dan tidak pernah disadari, bahkan meskipun para kaum pria ini tahu, tidak pernah di hiraukan oleh mereka.

Masalah infertilitas atau kemandulan cenderung disebut sebagai permasalahan wanita. Kenyataannya tidak demikian, baik pria ataupun wanita, masing-masing dapat memiliki permasalahan pada organ reproduksi mereka yang dapat mempengaruhi tingkat kesuburan.

Ada dua kemungkinan penyebab infertilitas, yaitu infertilitas pria yang menjadi masalah utama pasangannya untuk hamil dan kedua adalah infertilitas tersebut terjadi bersamaan dengan penghambat kehamilan dari sisi wanita yang juga memiliki masalah kesuburan.

Penyebab Infertilitas Pada Kaum Pria

Pemeriksaan kesuburan untuk para pria sama pentingnya dengan wanita. Meski sebagian besar pria merasa enggan untuk memeriksakan diri, mungkin karena malu, tetapi nyatanya penting untuk dilakukan secepatnya untuk memastikan letak permasalahannya.

Untuk pemeriksaan ini, pria yang merasa memiliki masalah dengan kesuburan dapat berkonsultasi kepada dokter spesialin urologi dan andrologi. Dokter akan melakukan identifikasi masalah sekaligus tindakan yang dapat membantu untuk mengatasi kondisi tersebut.

Penyebab Infertilitas Pada Kaum Pria

Masalah yang memicu ketidak suburan pria dapat disebabkan oleh beragam hal, antara lain gangguan hormonal, fisik, serta psikologis.

> Gangguan Hormonal

Kondisi ini ditandai dengan tingkat hormon yang terlalu tinggi atau rendah sehingga mempengaruhi kesuburan, yaitu :

  1. Hipotiroid. Kadar hormon tiroid yang rendah dapat menurunkan kualitas air manis, fungsi testis, dan mengganggu libido.
  2. Hiperprolaktinemia. Kondisi hormon prolaktin yang tinggi. Kondisi ini ditemukan 10-40% pada pria yang tidak subur. Kadar prolaktin yang tinggi dapat mengurangi produksi sperma dan hasrat seksual, sekaligus menyebabkan impotensi.
  3. Hipogonadotropik Hipopituitarisme. Rendahnya produksi follicle stimulating hormone (FSH) dan lutenizing hormone (LH) dari kelenjar pituitari. Hal itu menyebabkan terganggunya perkembangan sperma dan menurunnya jumlah sperma dalam testis. Keadaan ini dapat memicu infertilitas pada pria.
  4. Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK). Terjadi pada saat kelenjar pituitari tertekan oleh kenaikan tingkat hormon androgen adrenal sehingga menyebabkan rendahnya produksi sperma, kurang aktifnya gerak sperma, serta banyaknya sel sperma yang tidak benar-benar berkembang dengan baik.
  5. Panhipopituitarisme. Kegagalan kelenjar pituitari secara total dimana terdapat kekurangan hormon pertumbuhan. TSH (thyroid stimulating hormone) dan tingkat LH dan FSH. Gejala-gejalanya antara lain testis yang berukuran normal atau kecil, impotensi, dan hasrat seks yang menurun.

> Gangguan Fisik

Masalah kesuburan pria dapat disebabkan oleh beragam masalah fisiko, mulai dari gangguan proses produksi sperma atau terhambatnya perjalanan sperma dari testis menuju ujung penis. Dapat ditandai dengan rendahnya jumlah sperma atau bentuk dan ukuran sperma yang tidak normal. Berikut dibawah ini ada beberapa masalah fisik yang umumnya menyebabkan infertilitas pada pria. Yaitu :

  • Infeksi dan Penyakit

Beberapa jenis infeksi dan penyakit tertentu, seperti radang testis dan saluran testis dapat mengganggu produksi atau kondisi sperma. Bahkan kemungkinan menghambat jalannya sperma. Diantaranya infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual seperti gonore dan sifilis.

  • Varikokel

Terjadinya pelebaran pembuluh darah dan skrotum dan mencegah darah mengalir dengan baik. Varikokel terdapat pada sekitar 15-40% dari para pria yang sedang melakukan evaluasi masalah kesuburan.

  • Kelainan Saluran Sperma

Tabung yang membawa sperma atau saluran sperma dapat mengalami kerusakan lantaran cedera atau penyakit. Sebagian pria mengalami sumbatan para testis yang menyimpan sperma atau hambatan pada satu atau kedua saluran yang membawa sperma dari testis.

  • Torsio Testis

Yaitu kondisi dimana testis memutar didalam skrotum secara ekstrim. Biasanya dapat terlihat dari rimbulnya pembengkakan. Torsio testis dapat menyebabkan gangguan aliran darah didalam testis.

  • Penyakit Genetik

Meski tidak banyak ditemukan, penyakit atau kelainan bawaan tertentu, seperti sindrom jacob dan fibrosis kistik, dapat menyebabkan infertilitas pria.

  • Ejakulasi Retrograde

Kelainan ini menyebabkan air mani memasuki kandung kemih, bukannya keluar dari penis saat ejakulasi. Kemungkinan penyebabnya yakni komplikasi dari operasi prostat, kandung kemih, atau saluran kemih. Selain itu bisa akibat efek saming obat tertentu atau penyakit diabetes.

> Gangguan Kombinasi Fisik dan Psikologis

Sebagian masalah seksual pada pria terkait dengan kondisi psikologis. Meski sebenarnya gangguan psikologis dan gangguan fisik sulit dipisahkan. Dibawah ini beberapa diantaranya :

  1. Impotensi. Dapat disebabkan oleh satu atau kombinasi beberapa faktor. Dulu kondisi ini dianggap sebagai masalah psikologis. Tetapi, penelitian terbaru menyebutkan ini sebagai masalah fisik yang kemudian diperbutuk dengan masalah psikologis seperti stres, cemas, rendahnya rasa percaya diri dan depresi.
  2. Ejakulasi Dini. Pada saat seorang pria tidak dapat mengendalikan respon ejakulasi setelah penetrasi minimal 30 detik. Ejakulasi dini menjadi masalah kesuburan ketika ejakulasi terjadi sebelum penis benar-benar berada didalam vagina.
  3. Inkompetensi Ejakulasi. Kondisi psikologis ini membuat seorang pria tidak mampu ejakulasi selama hubungan seksual, namun dapat melakukannya saat masturbasi.

Kemungkinan Penyebab-Penyebab Lain

Selain dari bebera[a penyebab ketidaksuburan yang dapat dialami para pria diatas, ada beberapa penyebab lainnya, yaitu :

  • Kanker dan Tumor. Keduanya dapat mempengaruhi organ reproduksi secara langsung atau melalui gangguan terhadap kelenjar yang melepaskan hormon reproduksi, seperti kelenjar pituitari.
  • Pengobatan Tertentu. Seperti gangguan kortikosteroid dalam jangka panjang, obat antijamur tertentu, terapi pengganti restosteron, obat-obatan kanker atau kemoterapi, dan beberapa obat lain yang dapat mengganggu produksi sperma dan mengurangi kesuburan pria.
  • Tindakan Operasi Sebelumnya. Beberapa operasi dapat menyebabkan komplikasi yang dapat menghambar keluarnya sperma pada saat ejakulasi, andara lain vasektomi, perbaikan hernia inguinalis, pembedahan skrotum dan prostat, serta operasi besar untuk menangani kanker pada testis dan anus.

Faktor-Faktor Yang Dapat Meningkatkan Risiko Infertiltias

Selain dari berbagai penyebab diatas, ada juga berbagai macam faktor gaya hidup dan kesehatan secara keseluruhan juga dapat berkontribusi terhadap kondisi kesuburan, terutama jumlah dan kesehatan sperma. Faktor tersebut adalah :

  1. Pertambahan usia
  2. Kebiasaan merokok
  3. Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  4. Sering memakai celama dalam yang terlalu ketat
  5. Paparan zat berbahaya, seperti pestisida, merkuri, logam berat, benzena, dan borium.

Diatas itulah beberapa Penyebab Infertilitas Pada Kaum Pria yang wajib kalian ketahui. Jika kalian dan pasangan sudah secara rutin melakukan hubungan seksual selama setahun tanpa kontrasepsi dan belum juga hamil. Alangkah baiknya, langsung berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut. Semoga Bermanfaat

KOPI JRENG

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *