Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP

Kopi Jreng – Inilah dia Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP yang sedang gegera dalam beberapa hari kebelakang ini, padahal kalau dilihat dari umur mereka masih jauh dari kata pubertas dan tingkat kesuburan yang masih belum ada. Lalu bagaimana ko bisa ? ini dia penjelasan ilmiahnya.

Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP

Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP

Seorang siswa yang masih duduk di Sekolah Dasar dan siswi yang sudah memasuki Sekolah Menengah Pertama menggegerkan warga Tulungagung, Jawa Timur. Hal ini dikarenakan keduanya mempunyai hubungan yang sangat intim, sampai-sampai siswi SMP tersebut saat ini sudah hamil enam bulan akibat gejolak asmara terlarang dengan anak SD tersebut.

Kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung, Ipda Retno Pujiarsih, mengatakan “ Pada saat ini, Kami bersara Lembaga Perlindungan ANAK sudah berkunjung dan bertemu dengan orang tua kedua anak tersebut,” di tulis dari Liputan6.com

Dari informasi yang di himpun, kedua pelajar tersebut berkenalan saat berada di Pantai Gemah pada Februari 2017. Keduanya saling bertukar nomor telepon, sampai menjalani hubungan serius atau sering kita sebut dengan berpacaran, hingga menjurus kepada layaknya hubungan suami istri.

Kedunya, beberapa kali berhubungan layaknya orang yang sudah menikah. Terakhir kali mereka berhubungan di rumah kosong milik orangtua SD tersebut pada November 2017 silam. Hingga akhirnya, ada gelagat mencurigakan pada tubuh siswi SMP itu.

Orangtua siswi SMP, kemudian membawa putrinya ke Puskesmas untuk diperiksakan kesehatannya pada Mei 2018 kemain. Dari situlah, diketahui jika putri tercinta mereka sudah mengandung enam bulan, sontak hal ini membuat mereka terkejut dan tidak percaya.

Kata Ipda Retno “ Keterangan orangtua Putri hasil pemeriksaan di puskesmas positif hamil. Kami akan mengumpulkan semuanya untuk menangani masalah ini. “

Yang kita pikirkan disini, apakah bisa seorang siswa SD menghamili teman sepantarannya yang notabenenya adalah pacarnya ? Dr. Liva Wijaya SpOG menjelaskan masalah kehamilan remaja erat kaitannya dengan pubertas.

Pubertas merupakan proses perubahan kematangan fisik dan kemampuan bereproduksi dari tahap anak-anak menjadi dewasa. Karena adanya sinyal hormone dari orak kea lat reproduksi, kelenjar reproduksi akan menghasilkan hormone yang menstimulasi libido, pertumbuhan, fungsi, dan transformasi otak tulang otot, kulit rambur, payudara dan organ seksual.

Awal dari pubertas ini ditandai dengan pertumbuhan fisik yang cepat. Rata-rata pubertas pada anak perempuan dimulai dari umur 10-11 tahun dan berakhir pada 15-17 tahun. Pada anak laki-laki sendiri sedikit lebih lambat yaitu 11-12 dan berakhir pada 16-17 tahun. Tanda pubertas yang paling menonjol pada anak perempuan adalah keluarnya darah Haid atau Menstruasi untuk pertama kalinya dan ini dimulai pada umur 12-13 tahunan dan keluarnya air mani pada anak laki-laki untuk pertama kalinya pada uymur 13 tahun.

Pubertas terlalu dini ?

Usia rata-rata pubertas pada zaman sekarang ini bergeser lebih dini, hal ini dapat disebabkan oleh factor seperti nutrisi yang semakin baik, paparan bahan-bahan yang dapat mengubah hormone yang bisa berasal dari makan atau factor lingkungan. Pubertas yang terlalu dini disebut dengan prekok, pubertas yang muncul terlalu lambat disebut dengan pubertas terlambat.

Kata dr. Liva, “ Pubertas akan sangat nyata terlihat pada perubahan morfologi dari bentuk ukuran, komposisi dan fungsi tubuh anak. Proses ini bisa dikatakan adalah proses kematangan seksual namun bukan kematakan psikososial atau mental,”

Biasanya, Pubertas dimulai dengan perubahan fisik baru disusul dengan mens atau ejakulasi. Kesuburan tidak langsung menjadi seperti dewasa. Hal tersebut membutuhkan waktu pada tahun pertama setelah menstruasi, kira-kira 80% siklus biasanya tidak berovulasi atau tidak subur.

Pada anak laki-laki, kesuburan bisa dimulai pada usia 13 tahun pada saat pertama ejakulasi. Namun, kesuburan seperti dewasa biasanya tidak akan dicapai sebelum memasuki usia 14-16 tahun.

Tidak hanya soal usia, perkembangan fisik dan hormonal, pubertas juga dapat dipengaruhi oleh factor lingkungan

Kata dr. Liva, “Bisa disimpulkan bahwa anak usia pubertas dan sudah mengalami menstruasi atau ejakulasi (akil balik) dapat dikatakan sudah mulai matang kesuburannya jika ada proses dimana sperma yang matang dan siklus haid dengan ovulasi yang menghasilkan sel telur matang bertemu, maka kehamilan bisa terjadi,”

Tanpa memandang usia atau berapa tahun sudah haid atau akil balik. Pubertas adalah hal yang sangat wajr dan pasti terjadi.

Kematangan fisik dan fungsi reproduksi harus disertai dengan kematangan mental, budaya, prikososial untuk mencegah kehamilan remaja. Yang salah bukan kapan mulainya pubertas atau matangnya reproduksi, tapi kematangan tersebut tidak disertai dengan kematangan mental.

Itulah Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP yang sedang viral saat ini. Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua dan lebih bisa lagi menjaga anak-anak untuk tidak terlalu dekat dengan lawan jenis mereka meskipun hanya sekadar main.

Semoga ini bisa bermanfaat.

Penjelasan Ilmiah Mengapa Bisa Siswa SD Menghamili Siswi SMP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *