Apa itu Gangguan Seksual Ekshibisionisme

Apa itu Gangguan Seksual Ekshibisionisme ? atau yang lebih dikenal dengan gangguan seksual suka melihatkan jenis kelamin kepada orang lain bahkan yang tidak dikenali sama sekali.

Beberapa minggu ke belakang, tepatnya akhir tahun 2019 jagat media sosial sempat di viralkan dengan adanya teror pelemparan sperma yang terjadi di daerah Kota Tasikmalaya. Berbagai para ahli menduga, jika pelaku teror tersebut mengalami gangguan seksual ekshibisionisme.

Apa itu Gangguan Seksual Ekshibisionisme

Ekshibisionisme merupakan satu bentuk penyimpangan seksual dengan memamerkan alat kelamin di tempat umum, terutama ke lawan jenis, yang bertujuan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Sebagian besar pelaku ekshibisionisme adalah pria, meskipun wanita juga bisa mengalami gangguan seperti ini.

Ekshibisionisme adalah bagian dari gangguan seksual parafilia. Parafilia ini merupakan dorongan, gairah, fantasi, atau perilaku seksual yang menyimpang dengan melibatkan objek, aktivitas, atau situasi yang bagi orang pada umumnya tidak menimbulkan gairah seksual.

Seseorang akan didiagnosis memiliki gangguan seksual ekshibisionisme apabila perilaku ini sudah berlangsung selama minimal 6 bulan dan menimbulkan penderitaan, gangguan, atau kerugian baik untuk diri penderita ataupun orang lain.

Penyebab Gangguan Seksual Ekshibisionisme

Penyebab gangguan seksual ekshibisionisme belum diketahui secara pasti. Tetapi, beberapa faktir diduga dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan ini. Meski demikian, faktor-faktor tersebut masih diperdebatkan dan perlu diteliti lebih lanjut.

Faktor Gangguan Seksual Ekshibisionisme

  • Faktor genetik dan neuropsikologis

Gangguan seksual ekshibisionisme diduga disebabkan oleh terganggunya perkembangan otak janin sejak dalam kandungan

  • Faktor trauma masa kecil

Beberapa peristiwa yang menyebabkan tramua pada masa kecil, seperti pelecehan seksual, penderitaan emosional, serta kurangnya perhatian dan kasih sayang orang juga juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ekshibionisme. Fantasi seksual yang menyimpang dapat menjadi salah satu bentuk mekanisme untuk mengatasi trauma masa kecil tersebut ( coping mechanism )

  • Faktor Lain

Beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko terjadinya perilaku ekshibisionisme seperti kepribagian antisosial, penyalahgunaan alkohol, dan kurangnya rasa percaya diri.

Ciri Penderita Gangguan Seksual Ekshibisionisme

Gejala gangguan seksual ekshibisionisme biasanya mulai muncul pada usia 15-25 tahun dari mulai berkurang seiring bertambahnya usia. Dibawah ini ada beberapa ciri penderita gangguan seksual ekshibisionisme, yaitu :

  1. Merasa puas saat memamerkan alat kelamin kepada orang asing di tempat umum. Sebagian penderita gemar memamerkan alat kelaminya hanya ke kelompok orang tertentu, misalnya anak kecil atau lawan jenis.
  2. Munculnya gairah seksual jiga melihat korban merasa kaget, takut, atau kagum, yang diikuti dengan masturbasi. Tapi tidak ada tujuan untuk melakukan kontak fisik atau hubungan seksual lebih lanjut dengan korban.
  3. Cenderung sulit memulai atau mempertahankan hubungan, baik hubungan asmara atau pertemanan
  4. Tidak jarang menderita ekshibisionisme juga menunjukan gejala gangguan para gilia lainnya

Diatas sudah dijelaskan secara jelas Apa itu Gangguan Seksual Ekshibisionisme, yang memang harus anda ketahui agar terhindar dari gangguan seksual tersebut. Semoga bermanfaat

KOPI JRENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *