Alasan di Balik Sakitnya Berhubungan Intim Pada Wanita

Memang, salah satu ganguan seksual yang terjadi pada para wanita adalah rasa sakit ketika berhubungan intim, atau Vaginismus. Pada kondisi seperti ini, otot-otot di sekitar vagina mengencang dengan sendirinya ketika sesuatu masuk ke dalam vagina, terutama alat vital pria saat berhubungan intim. Kenapa bisa demikian ? mari kita simak Alasan di Balik Sakitnya Berhubungan Intim pada Wanita.

Alasan di Balik Sakitnya Berhubungan Intim Pada Wanita

Vaginismus dapat memberikan rasa tidak nyaman dan sakit pada saat melakukan hubungan intim (Dispareunia). Bahkan, kondisi ini dapat membuat penis tidak dapat masuk sama sekali. Oleh karena itu, gangguan seksual ini juga dapat menyebabkan sulit untuk hamil.

Penyebab dan Gejala Vaginismus

Tidak ada penyebab yang pasti kenapa vaginismus dapat terjadi. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya vaginismus pada wanita. Yaitu :

  • Pernah mengalami kekerasan seksual atau trauma saat berhubungan intim di masa lalu
  • Pernah merasakan sakit atau tidak menikmati ketika berhubungan seksual
  • Adanya faktor emosional, seperti rasa takut berhubungan intim atau gangguan kecemasan

Vaginismus ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu Vaginismus Primer dan Sekunder.

  1. Vaginismus Primer adalah pada saat seorang wanita sejak awal selalu merasa sakit setiap kali ada sesuatu yang memasuki vaginanya. Baik itu tampon atau penis saat berhubungan seksual.
  2. Vaginismus Sekunder adalah kondisi dimana seorang wanita pernah tidak merasakan sakit ketika ada benda masuk ke vagina atau saat berhubungan seksual, tetapi tiba-tiba mengalaminya.

Terdapat beberapa gejala yang dapat timbul pada saat mengalami vaginismus, seperti otot disekitar vagina menegang tanpa bisa dikontrol, munculnya sensasi terbakar ketika ada benda masuk ke liang vagina, dan nyeri saat penetrasi berlangsung.

Inilah Cara Mengatasi Vaginismus

Banyak yang mengira bahwa vaginismus mendandakan bahwa wanita membenci kegiatan berhubungan seksual. Perlu diketahui, bahwa kondisi ini tidak mempengaruhi hasrat seksual. Jadi, kalian mungkin menginginkan untuk berhubungan seks, tetapi vaginismus mengahalangi ini untuk terjadi.

Untuk bisa mengatasinya, supaya kalian dapat menikmati keintiman seks diluar penetrasi vagina, seperti dengan foreplay, pijatan mesra dari pasangan, dan seks oral. Tetapi, vaginismus juga tidak dapat dibiarkan begitu saja dan perlu mendapatkan penanganan dari dokter.

Pada saat dokter mendiagnosis anda mengalami vaginismus, ada beberapa cara yang mungkin direkomendasikan oleh dokter, yaitu :

  • Konseling Seks

Cara ini dapat dilakukan berdua dengan pasangan atau juga sendiri. Tetapi, konseling akan dianjurkan oleh dokter jadi penyebab yang dialami adalah masalah psikologis, seperti trauma atau merasa takut saat berhubungan seks.

Jangan ragu untuk mencurahkan segala yang kamu rasakan pada konselor. Pada beberapa kasus, teknik relaksasi dan hipnosis saja sudah membuat nyaman dan tidak takut lagi untuk berhubungan seksual.

  • Melakukan Pelvic Floor Exercise

Untuk dapat membantu mengatasi vaginismus, dapat melakukan pervic exercise, seperti senam kegel. Gerakan-gerakan pada senam kegel ini bertujual untuk mengencangkan otot panggul bawah. Dengan otot-otot panggul yang lebih kuat, akan memiliki kontrol yang lebih baik terhadap otot-otot di sekitar vagina, sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual.

  • Menggunakan Dilator Vagina

Dokter atau konselor mungkin akan menganjurkan untuk menggunakan dilator vagina atau pelebar vagina. Alat ini berbentuk seperti tabung dengan ujung tumpul dan terdisi dari berbagai ukuran, mulai dari seukuran pensil hingga seukurang penis.

penggunaan alat ini harus dalam pengatasan terapis profesional. Cara menggunakannya adalah dengan menempatkan dilator ke dalam vagina mulai dari yang paling kecil. Setelah merasa nyaman dengan dilator berukuran kecil, ganti dengan ukuran 1 lebih besar diatasnya, hingga vagina dapat dimasuki dilator yang berukuran paling besar.

Vaginismus ini dapat membuat para penderita merasa sangat kecewa terhadap diri sendiri karena tidak merasa bisa menyenangkan pasangan, apalagi jika sebenarnya kalian juga ingin melakukan hubungan seksual yang normal dan mesra. Jika tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin kondisi ini akan berdampak negatif pada hubungan kalian.

Tetap tenang, karena vaginismus dapat diatas. Sampaikan dengan baik kepada pasangan kalian bahwa situasi ini diluar dari kendali kalian dan bagaimana perasaan kalian terhadap situasi ini. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Semoga saja apa yang saya tulis diatas mengenai Alasan di Balik Sakitnya Berhubungan Intim pada Wanita ini bisa memberi manfaat untuk kita semua.

KOPI JRENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *